Jakarta –
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Ahmad Najib Burhani menyampaikan laporan terbaru terkait Beasiswa Garuda 2025. Sepanjang tahun ini, ada 368 penerima beasiswa yang menyebar di 100 perguruan tinggi luar negeri.
“Amerika itu ada 40 gitu ya, ada dari Cornell University, kemudian ada Stanford University, ada University of California Berkeley, kemudian ada University Michigan, kemudian Washington, dan sebagainya. Itu dari beberapa perguruan tinggi top yang ada di Amerika,” katanya dalam acara Ngopi Bareng Mendiktisaintek di Gedung D Kemendiktisaintek, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (24/12/2025).
Tak cuma kampus luar negeri, sebanyak 48 mahasiswa penerima Beasiswa Garuda memilih kampus dalam negeri seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), hingga Universitas Airlangga (Unair).
Persebaran Mahasiswa Penerima Beasiswa Garuda
Ahmad mengatakan penerima Beasiswa Garuda tersebar baik di benua Eropa, Asia, hingga Amerika. Negara yang paling banyak dipilih yakni Kanada.
“Kemudian ada misalnya di Asia, mereka pergi ke NTU (Nanyang Technological University) dan juga NUS (National University of Singapore). Kemudian di Inggris, kita melihat datanya di situ, ada sebagian diterima di Imperial College London, kemudian King’s College London, University of Manchester, kemudian University of Oxford dan Cambridge. Nah, di Australia kita juga melihat bahwa mereka diterima di beberapa kampus yang sangat bagus,” kata Ahmad.
Lebih lengkapnya, berikut persebaran mahasiswa penerima Beasiswa Garuda:
1. Kanada: 126 mahasiswa
2. Australia: 107 mahasiswa
3. Indonesia: 48 mahasiswa
4. Amerika Serikat: 40 mahasiswa
5. Singapura: 40 mahasiswa
6. Hong Kong: 18 mahasiswa
7. China: 14 mahasiswa
8. Belanda: 13 mahasiswa
9. Inggris: 7 mahasiswa
10. Korea Selatan: 1 mahasiswa
11. Belgia: 1 mahasiswa
Universitas Paling Diminati Penerima Beasiswa Garuda
1. University of Toronto (Kanada): 89 mahasiswa
2. Monash University (Australia): 50 mahasiswa
3. The University of Sydney (Australia): 43 mahasiswa
4. University of British Columbia (Kanada): 35 mahasiswa
5. Nanyang Technological University (Singapura): 28 mahasiswa
6. Wageningen University & Research (Belanda): 13 mahasiswa
7. National University of Singapore (Singapura): 12 mahasiswa
8. University of California, San Diego (Amerika Serikat): 12 mahasiswa
9. Tsinghua Universiy (China): 11 mahasiswa
10. The University of Western Australia (Australia): 9 mahasiswa
Beasiswa Garuda akan kembali dibuka pada 2026. Beasiswa ini difokuskan untuk mahasiswa sarjana atau sarjana terapan yang ingin mendalami bidang dan keilmuan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM).
“Insya Allah awal Januari 2026 nanti, kita akan membuka program beasiswa Garuda ini untuk keberangkatan tahun 2026,” kata Ahmad.
(cyu/twu)