Mendiktisaintek Pernah Wacanakan Alumni LPDP Tak Harus Kembali ke RI, Apa Alasannya?



Jakarta

Dunia maya dihebohkan dengan alumni LPDP yang belum kembali ke Indonesia menyelesaikan kontribusi. Namun dua tahun sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) pernah mengusulkan alumni tak perlu kembali ke RI.

Perdebatan mengenai kembalinya alumni LPDP ke RI kembali mencuat lantaran video yang dunggah oleh akun Instagram @sasetyaningtyas. Dalam video tersebut, DS memperlihatkan anaknya mendapatkan paspor Inggris. Ia pun viral karena ungkapan:

“I know the world seems unfair tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan, kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu”


Awalnya pihak LPDP yang dikonfirmasi enggan memberikan penjelasan. Namun, menjelang Jumat (20/2/2026) tengah malam pengelola dana abadi pendidikan tersebut akhirnya bersuara lewat akun media sosial.

LPDP menyatakan DS merupakan alumnus LPDP yang telah menyelesaikan kewajiban kontribusinya di Indonesia. Sementara, sang suami AP atau API yang juga alumnus LPDP diduga belum kembali ke RI untuk berkontribusi.

“LPDP saat ini melakukan pendalaman internal terkait dugaan tersebut. LPDP tengah melakukan pemanggilan kepada Saudara AP untuk meminta klarifikasi,” ujar LPDP dalam unggahan Instagram @lpdp_ri.

AP menyelesaikan S1 di Institut Teknologi Bandung jurusan Ocean Engineering pada 2013 lalu. Ia kemudian melanjutkan program master di Utrecht University, Belanda dengan beasiswa LPDP.

AP kemudian mendapat gelar Master of Science (MSc) dalam bidang Physical Geography pada 2016. Setelah itu, ia mendapatkan beasiswa lanjutan dari LPDP untuk mengambil gelar S3 di kampus yang sama. Ia mendapatkan gelar PhD pada 2022

Dalam tesis PhD yang berjudul ‘Morphodynamics of channel networks in tide-influen ced deltas’ pada bagian Acknowledgement, AP memang menuliskan:

“I thank Indonesia Endowment Fund for Education (LPDP) for financial supports for my MSc and PhD. Since my PhD project is the extension of my master thesis project, without LPDP financial support for my MSc this PhD project has never existed. At first, I achieved LPDP scholarship for my master. After graduation, I achieved”beasiswa lanjutan”programme from LPDP to pursue my PhD where I extended my master thesis project into PhD research project.”

Usai mendapatkan gelar PhD, dikutip dari akun LinkedIn AP langsung berkarier sebagai Postdoctoral Researcher di University of Exeter secara penuh waktu mulai Oktober 2022. Setelah itu, ia melanjutkan karier sebagai Senior Research Consultant di University of Plymouth mulai Januari 2025 hingga kini.

Namun dua tahun sebelum kasus ini viral, Mendiktisaintek pada masa itu pernah mengusulkan agar alumni LPDP tak perlu kembali ke RI. Apa alasannya?

Mendiktisaintek Pernah Usulkan Alumni LPDP Tak Wajib Balik RI

Mendiktisaintek pada masa itu,SatryoBrodjonegoro, menegaskan alumni beasiswaLPDP tidak harus kembali ke Indonesia.Satryo mengatakan hal ini lantaran Indonesia belum dapat menjamin pekerjaan bagi para alumni tersebut.Satryo sendiri termasuk dalam menteri yang terkena reshuffle pada 19 Februari 2025 lalu dan digantikan oleh BrianYuliarto.

“Tidak harus, karena kita juga tidak bisa maksa dia pulang. Karena kita belum punya cukup tempat untuk mereka untuk berkarya,” kata Satryo dalam detikNews pada Selasa (5/11/2024) silam.

“Kasihan dia nanti. Ilmunya tinggi, di sini tidak ada wadahnya. Lebih baik kamu teruskan ke sana saja. Yang penting merah putih,” sambungnya.

Menurutnya, Indonesia belum memiliki tempat yang dapat menampung para alumni tersebut. Oleh karena itu, ia menyarankan agar mereka dapat berkembang di luar negeri.

“Meskipun dia tidak pulang, tapi dia punya prestasi yang bagus. Kemudian, dia bekerja di perusahaan yang juga baik di luar negeri, atau ada peneliti yang di laboratorium yang bagus di luar negeri,” jelasnya.

(nir/pal)

Nikita Rosa

`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ mode: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

const { default: Swiper } = await import(
“https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Leave a Comment