Ucapan awardee beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berinisial DS di Inggris sembari memperlihatkan paspor Inggris milik anaknya, “Cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu… ” memicu kontroversi.
Pemilik akun @sasetyaningtyas itu akhirnya menghapus beberapa video terkait topik tersebut. Namun, polemik sudah terlanjur meluas. Tingkah DS itu akhirnya membuat fakta lain terkuak. Suaminya berinisial API atau AP juga tercatat sebagai awardee beasiswa LPDP.
LPDP yang akhirnya buka suara lantas mengungkapkan API diduga belum menjalankan kontribusinya ke negara setelah studi doktoralnya di Belanda berakhir di 2022 lalu.
API menyelesaikan S1 di Institut Teknologi Bandung jurusan Ocean Engineering pada 2013 lalu. Ia kemudian melanjutkan program master di Utrecht University, Belanda dengan beasiswa LPDP.
Anak bekas Direktur Jenderal dan Sekretaris Jenderal di sebuah kementerian itu kemudian mendapat gelar Master of Science (MSc) dalam bidang Physical Geography pada 2016. Setelah itu, ia mendapatkan beasiswa lanjutan dari LPDP untuk mengambil gelar S3 di kampus yang sama. Ia mendapatkan gelar PhD pada 2022
Dalam tesis PhD yang berjudul ‘Morphodynamics of channel networks in tide-influen ced deltas’ pada bagian Acknowledgement, API mengakui mendapatkan beasiswa negara dengan menuliskan:
“I thank Indonesia Endowment Fund for Education (LPDP) for financial supports for my MSc and PhD. Since my PhD project is the extension of my master thesis project, without LPDP financial support for my MSc this PhD project has never existed. At first, I achieved LPDP scholarship for my master. After graduation, I achieved”beasiswa lanjutan”programme from LPDP to pursue my PhD where I extended my master thesis project into PhD research project.”
Usai mendapatkan gelar PhD, dikutip dari akun LinkedIn API langsung berkarier sebagai Postdoctoral Researcher di University of Exeter secara penuh waktu mulai Oktober 2022. Setelah itu, ia melanjutkan karier sebagai Senior Research Consultant di University of Plymouth mulai Januari 2025 hingga kini.
LPDP sebenarnya memperbolehkan alumni LPDP yang telah menyelesaikan studi dan masih dalam masa pengabdian untuk melaksanakan penelitian di luar negeri. Hanya saja penelitian tersebut dibatasi dalam durasi maksimal 24 bulan.
Pengawasan Implementasi Masa Pengabdian
Siap berbakti dan kembali mengabdi kepada nusa dan bangsa merupakan salah satu butir Ikrar Penerima Beasiswa LPDP. Ikrar ini selalu diucapkan dengan lantang saat acara persiapan keberangkatan tiap angkatan. Mereka pun telah mengisi dokumen komitmen saat pendaftaran beasiswa LPDP.
Sosiolog Pendidikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Anggi Afriansyah mengatakan saat melamar beasiswa LPDP, para awardee telah diminta mengisi dokumen komitmen kembali ke Indonesia atau rencana pasca studi dan rencana kontribusi di Indonesia. “Itu sebetulnya sudah jelas. Aturan itu sudah jelas mengikat gitu ya,” ujar Anggi, Sabtu (21/2/2026).
Meskipun dalam aturan terbaru LPDP kemudian diberikan fleksibilitas memungkinkan tidak pulang ke Indonesia dengan kondisi atau syarat tertentu. Seperti melakukan studi lanjutan dan penelitian serta kegiatan yang terkait dengan konteks akademiknya.
Anggi mengungkapkan yang harus menjadi catatan dan perhatian penyelenggara LPDP adalah implementasi komitmen pasca studi. Karena memang dalam kasus-kasus tertentu ada alumni LPDP yang mencoba bertahan di negeri tempat mereka mendapatkan beasiswa. “Jadi ini yang kemudian kecenderungan tidak terdeteksi gitu,” katanya.
Ia pun mengatakan sebenarnya mekanisme kepulangan telah disiapkan LPDP bagi alumni yang telah selesai studi. Hanya saja sistem pengawasan yang harus diperkuat bagi implementasi komitmen pengabdian para alumni.
“Cuma itu ya itu sejauh mana kemudian laporan-laporan itu di follow up, karena kan kadang-kadang problemnya bukan tidak adanya aturan, tapi bagaimana kadang-kadang aturan itu tidak terlalu mendapatkan perhatian memadai, jadi baru kemudian dilihat ketika itu sudah mulai viral gitu ya,” ujarnya.
Ia melanjutkan,”Jadi tantangan bagi LPDP bagaimana memastikan monitoring.”
Halaman 2 dari 2
Simak Video “Video Izin Laporan Bos! Tasya Kamila Pamerin Kontribusi sebagai Alumni LPDP“
(pal/pal)