Jakarta –
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie ungkap pemerintah tengah membangun liaison (koneksi) khusus ke kampus-kampus top dunia. Tujuannya agar kampus memberikan kuota penerimaan mahasiswa asal Indonesia.
“Jadi ini sedang kita bangun dan cukup berhasil,” katanya dalam webinar Garuda ACE: Dari Pelatihan Riset Ilmu Komputer Terbuka Sampai Panduan Mencari Beasiswa S2/S3 Kampus Luar Negeri, Kamis (8/1/2026).
Tsinghua University dan University College London Beri Respons
Stella menyebut ada dua kampus top dunia yang siap memberikan jatah kuota penerimaan untuk mahasiswa asal Indonesia. Keduanya adalah Tsinghua University, China; dan University College London, Inggris.
Seperti yang diketahui, Stella merupakan ilmuwan dan guru besar di Tsinghua University. Ia mengaku sudah melakukan negosiasi dengan kampus tersebut hingga akhirnya mendapatkan kuota 50 penerimaan mahasiswa.
“Ini belum pernah terjadi dalam sejarah, jadi ini berhasil saya negosiasikan. Bahkan dibuka (dalam) bahasa Inggris untuk S1-nya dan belum pernah terjadi sebelumnya,” jelas Stella.
Jumlah kuota yang sama juga diberikan oleh University College London. Bedanya, kuota yang diberikan ini khusus untuk bidang studi engineering atau teknik.
Mahasiswa yang akan berangkat mengisi kuota tersebut nantinya diberikan beasiswa oleh pemerintah. Memang bukan dari kampusnya, tetapi menurut Stella ini kesempatan yang sangat baik.
“Beasiswanya itu tetap kita yang bayarkan, namun kesempatan inilah (hanya) bisa diciptakan oleh liaison G2U. Jadi antara universitas dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” katanya.
Stella mengaku, pihaknya juga menjalin koneksi dengan Cambridge University. Sayangnya, kampus tersebut tidak bisa memberikan kuota khusus bagi mahasiswa Indonesia.
Kenang Manfaat Kuliah dengan Beasiswa
Pada saat yang sama, Stella mengaku dirinya menjadi sosok yang sangat merasakan manfaat dari beasiswa. Diceritakannya, ia berasal dari keluarga yang biasa saja dari segi perekonomian.
“Namun berhasil mendapatkan beasiswa walaupun itu bukan dari negara,” kenangnya.
Stella menjelaskan ia mendapatkan berbagai beasiswa dari negara lain, seperti dari Singapura, beasiswa United World College ke Norwegia, dan mendapatkan beasiswa kuliah di Harvard University dari kampusnya langsung.
Berkaca dari pengalamannya hingga kini menjadi Wamendiktisaintek, Stella terharu, mengingat sekarang negara menyediakan beasiswa bagi anak-anak Indonesia yang berprestasi.
Anak-anak terbaik RI bisa mendapatkan beasiswa sejak jenjang SMA. Mereka bisa menempuh pendidikan di Sekolah Unggul Garuda.
Ia mengatakan, Sekolah Unggul Garuda hadir untuk bisa memberikan akses bagi siswa-siswi yang berasal dari latar belakang apapun. Termasuk bagi mereka yang berasal dari keluarga prasejahtera atau daerah 3T (tertinggal, terluar, dan terdepan).
“Agar bisa bersekolah di tingkat SMA yang paling top dan paling berprestasi dan setelah lulus SMA, mereka bisa diterima di university paling top dunia,” urainya.
Ada Anggaran untuk Pelajar RI Kuliah di Luar Negeri
Tidak berhenti di situ, Stella mengaku negara juga sudah mempersiapkan anggaran penuh agar mereka bisa berkuliah di universitas top dunia. Pada 2025, ia merinci, Kemdiktisaintek sudah memberikan 368 beasiswa kepada para alumni Sekolah Garuda Transformasi.
“Jadi Sekolah Garuda Transformasi ini sudah ada (alumninya) dan sudah berkuliah. Dan kita sangat bangga, ada satu, dia adalah anak petani, diterima di Northwestern University,” jabarnya.
“Anak petani yang bersekolah di Sekolah Garuda Transformasi SMA Unggul Del di Sumatera Utara. Jadi ini banyak success story,” tandas Stella.
(twu/twu)