100 Kursi Beasiswa LPDP Jakarta, Ada Kuota Khusus Buat Anak Betawi



Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mengakselerasi rencana pemberian beasiswa luar negeri bagi warganya. Program yang digagas dengan nama LPDP Jakarta ini ditujukan untuk membuka akses pendidikan global bagi generasi muda ibu kota, termasuk memberikan ruang khusus bagi anak-anak Betawi.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut skema program tersebut saat ini tengah dimatangkan bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Kementerian Keuangan. Ia mengungkapkan, komunikasi intensif sudah beberapa kali dilakukan untuk memastikan program ini dapat berjalan.

“Minggu ini juga ada jajaran Balai Kota merumuskan bagaimana LPDP ini bisa dilakukan dan sudah ada jalan keluar. Memang tidak bisa Jakarta secara sendiri,” ujar Pramono di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026).


Pada tahap awal, program LPDP Jakarta akan menyediakan sekitar 100 kursi beasiswa bagi mahasiswa. Menariknya, pemerintah juga menyiapkan kuota khusus bagi anak-anak Betawi yang berprestasi.

Menurut politikus PDI Perjuangan tersebut, langkah ini penting sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat Betawi agar memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan hingga ke luar negeri.

“Karena bagaimanapun sebagai kota dan undang-undang sudah mengatur, tentunya kami juga harus memberikan kesempatan untuk anak-anak Betawi bisa sekolah di luar,” ujar Sekretaris Kabinet di era Presiden Joko Widodo tersebut.

Sebelum diberitakan, Pramono menargetkan program beasiswa LPDP Jakarta akan mulai berjalan tahun 2027.

“Salah satu yang betul-betul saya ingin canangkan adalah mempunyai LPDP Jakarta. Apakah bisa? Saya yakin bisa,” kata Pramono saat silaturahmi dan buka puasa bersama jajaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta serta para kepala sekolah di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Kamis (26/2) dikutip dari Antara.

Ia mengakui rencana peluncuran LPDP Jakarta sempat tertunda karena adanya pemotongan dana bagi hasil (DBH) untuk Jakarta hingga Rp15 triliun.

(pal/pal)

Yumna Nur Hafizhah Khan

`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ mode: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

const { default: Swiper } = await import(
“https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Leave a Comment